Tampilkan postingan dengan label Archaeology. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Archaeology. Tampilkan semua postingan

Minggu, 10 Oktober 2010

Sebuah “negeri” di atas awan. (part 1)

Bismillahhirrahmannirrahim.

            Kenal dengan lagu Sebuah Negeri Di Atas Awan? Tentunya bagi pembaca yang sudah cukup berumur tahu lagu ini, salah satu yang dilantunkan oleh pentolan Kla Project, yang juga merupakan kakak seorang salah satu pentolan The Dance Company, Nugie dan istri dari seorang artis veteran Ira Wibowo, yang mempunyai adik yang juga seorang artis bernama Ari Wibowo, yang tidak mirip dengan Indra Birowo apalagi dengan teman sekelas saya yang bernama Prabowo yang seorang Cowo. Ya dia adalah Katon Bagaskara yang melantunkan lagu Dinda yang sedikit mirip dengan nama man. . . .

            Tapi itu tidak penting, karena negeri ini memang ada. Sebuah negeri atau lebih tepatnya kota yang terletak di pegunungan Andes, sekitar 80 km barat daya dari kota Cuzco, Peru. Kota ini merupakan reruntuhan peninggalan bangsa Inca yang musnah, akibat keserakahan bangsa Spanyol, yang mengatasnamakan 3G (Gold, Glory, Gospel) dan dipimpin oleh Fransisco Pizzaro. Akan tetapi hal yang lebih menarik dari kota ini berhasil menyembunyikan diri dari takdir dihancurkan oleh bangsa Spanyol, dikarenakan kota ini terletak di ketinggian 8.040 kaki (2.040 m) diatas permukaan laut. Nama kota ini adalah Machu Picchu.


            Pertama kali dibangun sekitar tahun 1400-an, akan tetapi ditinggalkan oleh para pemimpin Inca dikarenakan penyerangan Bangsa Spanyol ke kerajaan Inca pada waktu itu. Setelah bangsa Inca musnah kota (reruntuhan) ini benar – benar terisolasi dari dunia luar meskipun dikenal secara lokal. Sampai pada tahun 1911, seorang arkeolog muda asal Amerika, Hiram Bingham, menemukan reruntuhan yang menakjubkan ini secara tidak sengaja.

            Kota ini memiliki arsitektur bangunan khas Inca, yang “sederhana” akan tetapi pada proses pengerjaannya tentunya akan membutuhkan ilmu arsitektur tingkat tinggi dan fisika yang diluar akal sehat, karena bahan yang digunakan disini merupakan bongkahan –  bongkahan batu yang telah dipotong dengan sangat halus dan rapi. Terlebih lagi jika dilihat secara kasat mata tentunya memiliki berat, yang memang sangat tidak mungkin bisa diangkat begitu saja. Tidak sekadar terpotong dengan rapi tapi pada saat disusun menjadi bangunan pun batu – batu itu tersusun dengan rapi, sehingga terlihat rapat dan presisi. Ujung – ujung batu yang tidak beraturan dibentuk dengan seksama agar bisa menyatu satu dengan yang lainnya, dan akurasi pemasangannya sangat tinggi. Sehingga tidak berlebihan rasanya jika mengatakan mustahil untuk menyelipkan sepucuk jarum diantara bebatuan tersebut.
Wallahualam bisshawab. . . .

Sumber: www.world-mysteries.com
               Jurnal Hiram Bingham/National Geographic, edisi April 1913/Microsoft Encarta 2009
               Machu Picchu/Microsoft Encarta 2009
               Pesiar, Tabloid Pariwisata, edisi 1 Januari 2009



Jumat, 25 Juni 2010

Garis Nazca, siapa yang menggambarnya?

Bismillahirrahmannirrahim

Apa yang kamu pikirkan ketika melihat gambar ini :






Sebuah gambar iseng buatan anak kecil kah? Atau peta harta karun? Hahaha jika kamu pikir begitu. Sebenarnya kamu salah besar, karena sebenarnya ini adalah peta letak gambar – gambar dengan ukuran supersize yang digambar diatas tanah. Gambar – gambar ini walaupun terlihat seperti gambaran anak TK akan tetapi ini menjadi suatu misteri besar bagi arkeolog yang meneliti gambar – gambar ini atau lebih dikenal dengan “The Nazca Lines”.

“The Nazca Lines” atau Garis Nazca terletak di daerah Gurun Nazca, 80 km antara kota Nazca dengan palpa di Pampas de Jumana, Peru. Garis ini ditemukan ketika Maskapai penerbangan komersial mulai terbang melintasi gurun di Peru ini tahun 1920-an. Penumpang pesawat melaporkan bahwa mereka melihat sebuah sebuah garis – garis yang tersambung menjadi sebuah bentuk. Beberapa contoh gambarnya (tampak atas) adalah seperti ini: 

Burung Kolibri


Monyet


Trapezoid


Gambar – gambar ini diduga dibuat dengan membuang-oksida besi berlapis kerikil yang menutupi permukaan gurun. Ketika kerikil dihapus, mereka kontras dengan warna di bawah cahaya. Dengan cara ini garis ditarik sebagai alur-alur warna lebih terang. Lalu factor pendukung lainnya adalah gambar ini terletak di daerah gurun yang terisolasi, sehingga tidak rusak oleh faktor manusia dan alam seperti hujan.

Dalam menafsirkan siapa dan untuk apa Garis Nazca ini dibuat para arkeolog memiliki pendapat yang berbeda. Ada yang berpendapat bahwa garis ini dibuat oleh bangsa Nazca karena kepercayaan mereka terhadap dewa dan, ada juga yang berpendapat bahwa ini adalah kalender astronomi raksasa. 

Salah satu teori yang mengungkapkan bahwa ini dibuat bangsa Nazca untuk penyembahan dewa adalah teori Johan Reinhard, pada tahun 1985 dia mengungkapkan bahwa
masyarakat Nazca menyembah gunung dan sumber air lainnya yang mendominasi dalam agama Nazca dan ekonomi mereka. Ia berpendapat bahwa garis-garis dan angka adalah bagian dari praktek keagamaan yang melibatkan penyembahan dewa-dewa yang terkait dengan ketersediaan air, yang secara langsung berhubungan dengan keberhasilan dan produktivitas tanaman.

Walaupun Garis Nazca ini masih menjadi teka – teki yang belum terpecahkan, akan tetapi ini membuktikan bahwa ilmu pengetahuan kita belum bisa memecahkan rahasia kedigjayaan pengetahuan bangsa kuno, sehingga kita masih harus belajar kepada masa lalu. Wallahualam bisshawab. . . .

Hasta La Vista

Fin.

Maka apakah mereka tidak mengadakan perjalanan di bumi, lalu
Memperhatikan bagaimana kesudahan orang – orang sebelum mereka.
Mereka itu lebih banyak dan lebih hebat kekuatannya serta
(lebih banyak) peninggalan – peninggalan peradabannya di bumi. . . . .
(Al Mu’min ayat 82)

Sumber: 
Al – Qur’an Al Kareem.
www.crystallink.com
www.adipedia.com

Muhammad Alfy Taufiq (SMAN 22 Bandung). Redaksi Ash-Shiraj Al-Islamiyah, buletin Future Karisma SALMAN ITB.

Budaya Kuno bukan berarti memiliki teknologi Kuno.

Salamun ‘alaikum!

Bismillahhirrahmannirrahim
. . . .

Well, sepertinya akhir – akhir ini saya sering berpikir tentang cita - cita masa kecil saya. Bukan menjadi tentara, polisi, ataupun seorang dokter. Tapi saya ingin menjadi seorang ARKEOLOG, ya kedengarannya itu adalah suatu cita – cita yang jarang dikemukakan bocah – boacah, dan mungkin akan terdengar rada aneh. Hal yang lebih anehnya lagi, alasan kenapa saya ingin menjadi arkeolog ketika masih kecil adalah komik One Piece vol.24 ketika Nico Robin (Arkeolog bajak laut Topi Jerami) bergabung dengan bajak laut Topi Jerami :P. Walaupun alasannya konyol, hal lain yang cukup memotivasi saya adalah kebudayaan bangsa kuno seperti Aztec dan Mesir (yang saya baca sewaktu SD di majalah “Mickey Mouse”, yang kelar tiap bulan dan ternyata menceritakan dengan data – data yang akurat) . Dua bangsa ini memiliki teknologi yang tinggi, walaupun dalam hal berpakaian mereka suka pamer tubuh :P.

Kebudayaan mereka (bangsa kuno) memang telah punah, akan tetapi keagungan budaya mereka tidak akan pernah punah. Hal itu memang didukung jika kita melihat bangunan – bangunan mereka yang telah dibangun beratus – ratus tahun lalu tetap kokoh sampai sekarang. Contoh yang sering kita dengar adalah Piramida Giza di Mesir atau Kuil Tikal milik bangsa Maya, yang menyimpan banyak misteri. Terutama dalam cara membangunnya, coba pikirkan bagaimana mungkin orang – orang zaman dulu membangun piramida yang begitu tinggi dengan batu yang memilik berat ber ton - ton, padahal belum ada mesin – mesin secanggih sekarang (Itu pun hanya terbatas pada mengangkat besi dan baja ringan).

Yang lebih mengagumkan lagi mereka (bangsa kuno) memiliki tingkat ilmu pengetahuan yang tinggi itu semua bisa dilihat dari peninggalan – peninggalan mereka:


Bangsa Maya yang memiliki observatorium Kainuoka yang terletak di Chicen Itza dan sangat mirip dengan observatorium zaman sekarang.



Bangsa Mesir Kuno yang telah menggali terusan suez (yang ternyata orang barat hanyala menggali kembali apa yang telah digali bangsa Mesir).



Bangsa Tsamud yang telah membangun kota mereka di gunung – gunung yang didukung oleh Pliny (ahli geografi yunani kuno) bahwa mereka tinggal didaerah Domatha dan Hegra, yang belakangan menjadi kota Al-Hijr, dan akhirnya diazab karena membunuh Unta Betina Nabi Shaleh.


Terlepas dari kegiatan agama mereka yang menyembah berhala. Saya hanya ingin mengungkapkan rasa kagum saya terhadap bangsa – bangsa kuno itu, karena mereka telah menciptakan sesuatu yang luar biasa dalam sejarah umat manusia. Dan berhasil membuat kebudayaan modern ini malu karena apa yang kita capai ternyata bukanlah apa – apa dihadapan mereka, dan akhir kata saya ingin bertanya kepada Mahasiswa, Sarjana, Magister, Doktor, bahkan Profesor di bidang Fisika dan Arsitektur. “BIsakah anda menjelaskan cara mereka membangun piramida dan peninggalan – peninggalan mereka? Ataukah kita harus belajar kembali dari bangsa – bangsa kuno itu?”. Wallahualam bisshawab…..

Belumkah datang kepada mereka berita penting tentang orang-orang yang sebelum mereka, (yaitu) kaum Nuh, 'Aad, Tsamud, kaum Ibrahim, penduduk Madyan, dan (penduduk) negeri-negeri yang telah musnah?. Telah datang kepada mereka rasul-rasul dengan membawa keterangan yang nyata; maka Allah tidaklah sekali-kali menganiaya mereka, akan tetapi mereka lah yang menganiaya diri mereka sendiri.(QS. At-Taubah: 70)

Dan apakah mereka tidak mengadakan perjalanan di muka bumi dan memperhatikan bagaimana akibat (yang diderita )oleh orang-orang yang sebelum mereka?. Orang-orang itu adalah lebih kuat dari mereka (sendiri) dan telah mengolah bumi (tanah) serta memakmurkannya lebih banyak dari apa yang telah mereka makmurkan. Dan telah datang kepada mereka rasul-rasul mereka dengan membawa bukti-bukti yang nyata. Maka Allah tidak sekali-kali berlaku zalim kepada mereka, akan tetapi merekalah yang berlaku zalim kepada diri sendiri. (QS ar Rum 9).

Nothing new under the Sun, begitulah kata para ahli sejarah, di dunia ini sebenarnya tidak ada yang baru sebenarnya hanyalah pengulangan-pengulangan dari masa lalu, tinggal kita bisa mengambil pelajaran darinya atau dengan bodohnya melupakan kesemua itu


Hasta La Vista!

Wassalamua’laikum!


Resources: Al-Qur’an Al Huda.
Yahya, Harun. 2006. Kaum – Kaum yang dibinasakan. Www.Pakdenono.com
http://tangofc.webs.com/articles.htm

Muhammad Alfy Taufiq (SMAN 22 Bandung). Redaksi Ash-Shiraj Al-Islamiyah, buletin Future Karisma SALMAN ITB.