Tampilkan postingan dengan label dkm dkm AM 22 Bandung. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label dkm dkm AM 22 Bandung. Tampilkan semua postingan

Jumat, 25 Juni 2010

Garis Nazca, siapa yang menggambarnya?

Bismillahirrahmannirrahim

Apa yang kamu pikirkan ketika melihat gambar ini :






Sebuah gambar iseng buatan anak kecil kah? Atau peta harta karun? Hahaha jika kamu pikir begitu. Sebenarnya kamu salah besar, karena sebenarnya ini adalah peta letak gambar – gambar dengan ukuran supersize yang digambar diatas tanah. Gambar – gambar ini walaupun terlihat seperti gambaran anak TK akan tetapi ini menjadi suatu misteri besar bagi arkeolog yang meneliti gambar – gambar ini atau lebih dikenal dengan “The Nazca Lines”.

“The Nazca Lines” atau Garis Nazca terletak di daerah Gurun Nazca, 80 km antara kota Nazca dengan palpa di Pampas de Jumana, Peru. Garis ini ditemukan ketika Maskapai penerbangan komersial mulai terbang melintasi gurun di Peru ini tahun 1920-an. Penumpang pesawat melaporkan bahwa mereka melihat sebuah sebuah garis – garis yang tersambung menjadi sebuah bentuk. Beberapa contoh gambarnya (tampak atas) adalah seperti ini: 

Burung Kolibri


Monyet


Trapezoid


Gambar – gambar ini diduga dibuat dengan membuang-oksida besi berlapis kerikil yang menutupi permukaan gurun. Ketika kerikil dihapus, mereka kontras dengan warna di bawah cahaya. Dengan cara ini garis ditarik sebagai alur-alur warna lebih terang. Lalu factor pendukung lainnya adalah gambar ini terletak di daerah gurun yang terisolasi, sehingga tidak rusak oleh faktor manusia dan alam seperti hujan.

Dalam menafsirkan siapa dan untuk apa Garis Nazca ini dibuat para arkeolog memiliki pendapat yang berbeda. Ada yang berpendapat bahwa garis ini dibuat oleh bangsa Nazca karena kepercayaan mereka terhadap dewa dan, ada juga yang berpendapat bahwa ini adalah kalender astronomi raksasa. 

Salah satu teori yang mengungkapkan bahwa ini dibuat bangsa Nazca untuk penyembahan dewa adalah teori Johan Reinhard, pada tahun 1985 dia mengungkapkan bahwa
masyarakat Nazca menyembah gunung dan sumber air lainnya yang mendominasi dalam agama Nazca dan ekonomi mereka. Ia berpendapat bahwa garis-garis dan angka adalah bagian dari praktek keagamaan yang melibatkan penyembahan dewa-dewa yang terkait dengan ketersediaan air, yang secara langsung berhubungan dengan keberhasilan dan produktivitas tanaman.

Walaupun Garis Nazca ini masih menjadi teka – teki yang belum terpecahkan, akan tetapi ini membuktikan bahwa ilmu pengetahuan kita belum bisa memecahkan rahasia kedigjayaan pengetahuan bangsa kuno, sehingga kita masih harus belajar kepada masa lalu. Wallahualam bisshawab. . . .

Hasta La Vista

Fin.

Maka apakah mereka tidak mengadakan perjalanan di bumi, lalu
Memperhatikan bagaimana kesudahan orang – orang sebelum mereka.
Mereka itu lebih banyak dan lebih hebat kekuatannya serta
(lebih banyak) peninggalan – peninggalan peradabannya di bumi. . . . .
(Al Mu’min ayat 82)

Sumber: 
Al – Qur’an Al Kareem.
www.crystallink.com
www.adipedia.com

Muhammad Alfy Taufiq (SMAN 22 Bandung). Redaksi Ash-Shiraj Al-Islamiyah, buletin Future Karisma SALMAN ITB.

Budaya Kuno bukan berarti memiliki teknologi Kuno.

Salamun ‘alaikum!

Bismillahhirrahmannirrahim
. . . .

Well, sepertinya akhir – akhir ini saya sering berpikir tentang cita - cita masa kecil saya. Bukan menjadi tentara, polisi, ataupun seorang dokter. Tapi saya ingin menjadi seorang ARKEOLOG, ya kedengarannya itu adalah suatu cita – cita yang jarang dikemukakan bocah – boacah, dan mungkin akan terdengar rada aneh. Hal yang lebih anehnya lagi, alasan kenapa saya ingin menjadi arkeolog ketika masih kecil adalah komik One Piece vol.24 ketika Nico Robin (Arkeolog bajak laut Topi Jerami) bergabung dengan bajak laut Topi Jerami :P. Walaupun alasannya konyol, hal lain yang cukup memotivasi saya adalah kebudayaan bangsa kuno seperti Aztec dan Mesir (yang saya baca sewaktu SD di majalah “Mickey Mouse”, yang kelar tiap bulan dan ternyata menceritakan dengan data – data yang akurat) . Dua bangsa ini memiliki teknologi yang tinggi, walaupun dalam hal berpakaian mereka suka pamer tubuh :P.

Kebudayaan mereka (bangsa kuno) memang telah punah, akan tetapi keagungan budaya mereka tidak akan pernah punah. Hal itu memang didukung jika kita melihat bangunan – bangunan mereka yang telah dibangun beratus – ratus tahun lalu tetap kokoh sampai sekarang. Contoh yang sering kita dengar adalah Piramida Giza di Mesir atau Kuil Tikal milik bangsa Maya, yang menyimpan banyak misteri. Terutama dalam cara membangunnya, coba pikirkan bagaimana mungkin orang – orang zaman dulu membangun piramida yang begitu tinggi dengan batu yang memilik berat ber ton - ton, padahal belum ada mesin – mesin secanggih sekarang (Itu pun hanya terbatas pada mengangkat besi dan baja ringan).

Yang lebih mengagumkan lagi mereka (bangsa kuno) memiliki tingkat ilmu pengetahuan yang tinggi itu semua bisa dilihat dari peninggalan – peninggalan mereka:


Bangsa Maya yang memiliki observatorium Kainuoka yang terletak di Chicen Itza dan sangat mirip dengan observatorium zaman sekarang.



Bangsa Mesir Kuno yang telah menggali terusan suez (yang ternyata orang barat hanyala menggali kembali apa yang telah digali bangsa Mesir).



Bangsa Tsamud yang telah membangun kota mereka di gunung – gunung yang didukung oleh Pliny (ahli geografi yunani kuno) bahwa mereka tinggal didaerah Domatha dan Hegra, yang belakangan menjadi kota Al-Hijr, dan akhirnya diazab karena membunuh Unta Betina Nabi Shaleh.


Terlepas dari kegiatan agama mereka yang menyembah berhala. Saya hanya ingin mengungkapkan rasa kagum saya terhadap bangsa – bangsa kuno itu, karena mereka telah menciptakan sesuatu yang luar biasa dalam sejarah umat manusia. Dan berhasil membuat kebudayaan modern ini malu karena apa yang kita capai ternyata bukanlah apa – apa dihadapan mereka, dan akhir kata saya ingin bertanya kepada Mahasiswa, Sarjana, Magister, Doktor, bahkan Profesor di bidang Fisika dan Arsitektur. “BIsakah anda menjelaskan cara mereka membangun piramida dan peninggalan – peninggalan mereka? Ataukah kita harus belajar kembali dari bangsa – bangsa kuno itu?”. Wallahualam bisshawab…..

Belumkah datang kepada mereka berita penting tentang orang-orang yang sebelum mereka, (yaitu) kaum Nuh, 'Aad, Tsamud, kaum Ibrahim, penduduk Madyan, dan (penduduk) negeri-negeri yang telah musnah?. Telah datang kepada mereka rasul-rasul dengan membawa keterangan yang nyata; maka Allah tidaklah sekali-kali menganiaya mereka, akan tetapi mereka lah yang menganiaya diri mereka sendiri.(QS. At-Taubah: 70)

Dan apakah mereka tidak mengadakan perjalanan di muka bumi dan memperhatikan bagaimana akibat (yang diderita )oleh orang-orang yang sebelum mereka?. Orang-orang itu adalah lebih kuat dari mereka (sendiri) dan telah mengolah bumi (tanah) serta memakmurkannya lebih banyak dari apa yang telah mereka makmurkan. Dan telah datang kepada mereka rasul-rasul mereka dengan membawa bukti-bukti yang nyata. Maka Allah tidak sekali-kali berlaku zalim kepada mereka, akan tetapi merekalah yang berlaku zalim kepada diri sendiri. (QS ar Rum 9).

Nothing new under the Sun, begitulah kata para ahli sejarah, di dunia ini sebenarnya tidak ada yang baru sebenarnya hanyalah pengulangan-pengulangan dari masa lalu, tinggal kita bisa mengambil pelajaran darinya atau dengan bodohnya melupakan kesemua itu


Hasta La Vista!

Wassalamua’laikum!


Resources: Al-Qur’an Al Huda.
Yahya, Harun. 2006. Kaum – Kaum yang dibinasakan. Www.Pakdenono.com
http://tangofc.webs.com/articles.htm

Muhammad Alfy Taufiq (SMAN 22 Bandung). Redaksi Ash-Shiraj Al-Islamiyah, buletin Future Karisma SALMAN ITB.

Palestina dan Piala Dunia

Bismillahhirrahmannirrahim
.

Ketika itu ada berita tentang Palestina, anggap saja ada A dan B yang sedang menonton.

A : inalillahi kasihan ya korban kekejaman Israel.
B : Ah bodo amat, lagian itu masalah negara lain.

2 hari kemudian ada pertandingan Spanyol lawan Swiss, dimana Spanyol kalah 1 – 0. Si ikhwan ketawa gara – gara Spanyol kalah.

A : Hahahahah!!!
B : Ahh sedih liat Spanyol kalah 1 – 0. Kamu lagi malah
ketawa.
A : Ah bodo amat, lagian itu masalah negara lain. :p

Fin.


P.S: Terima kasih kepada teman saya yang telah memberi inspirasi.

Kamis, 04 Maret 2010

Pemberontakan pada Nafsu (1st strike)

Salamun’ alaikum!


Salam Pemberontak!



Error, error, error. Okay saya cuma bisa bilang error atas hidup saya (untuk saat ini tentunya), dimana saya harus berhadapan dengan musuh paling berat semua orang, terutama kita sebagai umat Muslim. Dia bukanlah orang Yahudi yang bikin dunia ini jatuh kedalam chaos ataupun para Kabalah yang 11-12 sama orang Yahudi. Tapi dia adalah NAFSU kita sendiri.



Ya Nafsu sebuah kata yang terdiri dari 5 huruf tapi bisa mempengaruhi hidup kita 180 derajat, entah itu seorang aktivis rohis atau apalah. Yang pasti kalau sudah tunduk dihadapan ini nafsu, jiwa kita bakal serasa ditelan kedalam sebuah kekosongan yang memuakkan.



Sekedar berbagi pengalaman saja, akhir – akhir ini saya sering tunduk kepada musuh saya ini. Ya senjata dia gunakan bukanlah AK-47 ataupun Chainsaw yang bisa mengoyak jasad saya, tapi game – game yang bisa mengoyak jiwa saya menjadi berkeping – keping. Entah kenapa itu semua terlihat begitu menawan dan menyenangkan.



"Dijadikan indah pada pandangan manusia kecintaan kepada apa-apa yang diingini, yaitu: wanita-wanita, anak-anak, harta yang banyak dari jenis emas, perak, kuda pilihan, binatang-binatang ternak dan sawah ladang. Itulah kesenangan hidup di dunia; dan di sisi Allahlah tempat kembali yang baik (surga)." (Q.s. Ali Imran: 14).



Lalu dampak yang saya dapat adalah saya jadi mahluk karet (ngaret), yang pengennya nunda – nunda waktu dan berpikir bisa menyelesaikan setiap hal di h-1. Yang faktanya adalah hal yang paling impossible kita bisa mengerjakan sesuatu secara total di h-1. Ya kondisi saya cocok banget kayak yang digambarkan ayat ini.



"Dan sesungguhnya di antara kamu ada orang yang sangat berlambat-lambat (ke medan pertempuran)." (Q.s. an-Nisa': 72).



Jadi pengen memberontak, rasanya seperti ada penyakit yang sangat sulit disembuhkan. Dalam artian penyakit disini bukanlah penyakit jasmani akan tetapi ruhaniyah. Dan ini membuat saya sulit sekali untuk mendekatkan diri pada Allah. Walaupun sudah ikut mentoring ataupun rajin shalat di masjid semuanya terasa seperti angin lalu, yang menerbangkan begitu saja. Sehingga ketika saya mendapat godaan yang begitu berat, saya melakukannya begitu saja. Walaupun tahu itu dosa besar.



"Dan di antara manusia ada orang yang menyembah Allah dengan berada di tepi; maka jika ia memperoleh kebajikan, tetaplah ia dalam keadaan itu, dan jika ia ditimpa oleh suatu bencana, berbaliklah ia ke belakang. Rugilah ia di dunia dan di akhirat. Yang demikian itu adalah kerugian yang nyata." (Q.s. al-Hajj: 11).





Arggh, somebody please gimme an aid!!!



Hasta La Vista!



Wassalamualaykum!

Minggu, 24 Januari 2010

Siapa bilang Al-Qur’an cuman sekedar fiqih aja?

Bismillahirrahmannirrahim. Wah tidak terasa ternyata sekarang kita berada di semester 2. Dimana kelas 1 berusaha untuk masuk kelas IPA, kelas 2 menghabiskan masa – masa bebas terakhirnya, dan kelas 3 berjuang untuk menembus benteng UN dan SeNaM PeTaNi yang akan menentukan masa depan mereka.




Bicara soal UN, pasti selalu ada hubungannya dengan Ilmu Pengetahuan, nah bicara mengenai Ilmu Pengetahuan. Brat-Sist 22 pasti tahu teori Big Bang, itu tuh teori yang membahas mengenai penciptaan alam semesta.



Proses kelahiran alam semesta ternyata dimulai sejak 18 miliar tahun yang lalu dan Peristiwa Big Bang terjadi sejak 13,7 miliar tahun yang lalu. Prof.Jean Claude Batelere dari College de France menyajikan tiga acuan untuk mendeteksi ledakan kosmis tersebut, yaitu elemen kimia tertua, klaster bintang tertua, bintang kurcaci putih di jagat raya. Dari informasi tersebut kita bisa tahu bahwa proses terjadinya Big Bang membutuhkan waktu 4,3 miliar tahun.



Peristiwa Big Bang ini telah dikemukakan oleh beberapa ilmuwan seperti Georges Lemaitre, Georges Gamow pada tahun 30-an dan Stephen Hawking pada tahun 80-an. Teori tersebut pada awalnya menjelaskan bahwa awalnya alam semesta tersusun dari sebuah titik yang sangat panas, padat, dan sangat rapat. Yang disebut titik singularitas, yaitu sebuah titik yang tidak terdefinisikan. Dari titik inilah suatu ledakan yang lebih besar dari 100 nuklir yang disebut big bang terjadi dan membentuk atom-atom hydrogen, helium, proton, elektron, neutron dalam hitungan menit. Setelah itu terbentuklah bintang-bintang, galaksi-galaksi, dan quasar-quasar. Dan semuanya terkendali dalam jaring-jaring gravitasi sebelum ledakan itu terjadi. Selanjutnya alam semesta mendingin dan melebar. Namun tahukah kalian bahwa teori ini ternyata telah dikemukakan sejak 1400 tahun yang lalu yaitu saat Nabi Muhammad SAW masih hidup. Dan itu tercantum dalam Kitab Agung Al-Qur’an di Surat Al-Anbiya ayat 30:



Dan apakah orang-orang yang kafir tidak mengetahui bahwa langit dan bumi itu keduanya dahulu adalah suatu yang padu, kemudian Kami pisahkan antara keduanya. . . . .

Peristiwa Big Bang diatas dijelaskan dengan menggunakan perumpamaan “langit dan bumi itu keduanya adalah suatu yang padu . . . .”. Ini merupakan suatu hal yang tidak bisa disangkal lagi melihat dari fakta – fakta diatasa bahwa dulu alam semesta merupakan suatu yang padu (titik singularitas), Al-Qur’an yang turun 1400 tahun yang lalu ternyata telah menjelaskannya dengan perumpamaan yang indah bahwa “langit dan bumi itu keduanya adalah suatu yang padu . . . .” dalam suatu titik singularitas. Dari ayat itu bisa terbukti kan? Bahwa Al-Qur’an tidak hanya berisi ilmu Fiqih saja tapi juga, Ilmu Pengetahuan modern yang ada di buku-buku paket yang sering kita bawa. Bukan hanya membahas itu saja, tapi juga ilmu pengetahuan lain yang ditemukan beberapa ratus tahun setelah Al-Qur’an turun. Jadi dari sekarang yuk kita baca Al-Qur’an dan memahami maknanya! Subhannallah…. Wallahualam bisshawab…

"Dan Dia telah menundukkan untukmu apa yang di langit dan apa yang di bumi semuanya, (sebagai rahmat) daripada-Nya. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda (kekuasaan Allah) bagi kaum yang berpikir." (QS. Al-Jaatsiyah, 45: 13)

Sabtu, 02 Januari 2010

Kenapa Bendera Indonesia Merah-Putih? (edisi revisi)

Salamun’ Alaikum!


Salam Al-Ahmar wal Abjadh!

Hari ini kita melihat bendera merah-putih dikibarkan setengah tiang dimana-mana? Ada apa gerangan? Bagi kalian yang nggak tahu, keliatan banget jarang liat berita dan baca korannya. Tentu saja ini karena mantan Presiden RI yang cukup controversial Gus Dur meninggal (Semoga amal ibadahmu diterima Gus). Tapi kita tidak akan membicarakan Gus Dur karena emang udah banyak diceritain di TV yohohoho.

Mungkin kita belum pernah tahu, siapa yang pertama kali menggunakan Merah-Putih sebagai bendera negeri kita yang tercinta ini. BTW kalian tahu ga siapa yang pertama kali menggunakannya? Ternyata yang pertama kali menggunakannya adalah Ulama Islam yang datang sejak abad ke-7 ke Indonesia! (Es Sorprendente!). Kenapa para ulama menggunakan Merah-Putih sebagai dasar benderanya dan bukan warna hijau? Karena memang ada hadisnya , yang diangkat oleh Imam Muslim dalam Kitab Al Fitan, Jilid X, halaman 340, dari Hamisy Qasthalani:

Rasulullah bersabda:

Innallaha zawaliyal ardha – Sesungguhnya Allah menunjukan kepadaku (Rasul) dunia.

Masyaariqaha wa maghariba ha – Allah menunjukan pula timur dan barat.

Wa a’thanil kanzaini – Allah menganugrahkan dua perbendaraan kepadaku:

Al-Ahmar wal Abjadh – Merah Putih.

Begitu bunyi hadisnya.O iya kalian tahu ga? Ternyata Warna merah itu adalah warna sejatinya Islam. Buktinya masih didasarkan pada hadis yang shahih, dimana hadis itumenjelaskan bahwa pakaian Rasul itu berwarna Merah. Begini kira – kira bunyinya:

Kanan Nabiyu SAW marbua’an wa qadra ataituhu fi hullathin hamra-a – pada
suatu hari NAbi SAW duduk bersila dan aku melihatnya beliau memakai hullah
(busana rangkap dua) yang berwarnaMERAH.
Ma raitu syaian ahsana min hu – aku belum pernah melihat pakaian seindah itu
(Riwayat Bukhari, Abu Daud dan Tirmidzi)

Busana warna putih juga dipakai sama Rasulullah SAW. Juga sarung pedang Rasulullah SAW dan pedang Sayidina Ali ra berwarna merah. Sarung pedangnya panglima Khalid bin Walid Merah dan Putih. Bahkan Rasulullah SAW memanggil istrinya Siti Aisyah ra, Humairah yang artinya merah.

Cuman gara – gara Arab Saudi pake warna Hijau sebagai benderanya jadinya sama Indonesia dianggap sebagai bendera Islam. Padahal kan Hijau itu dipake setelah Kerajaan Saudi Arabia diganti sama dinasti Saudi yang rajanya Ibnu Saud, dan Hijau itu ternyata warna Islam pembaharuan Wahabisme. Jadinya warna Merah itu terkesan seperti bukan warnanya Islam padahalkan Masjid Rasulullah yang berwarna Merah dan Masjid di Spanyol, Al-Hambra atau Al-Ahmar yang tepatnya di Qordoba artunya kan merah.

Dampaknya dalam penulisan sejarah Indonesia, Merah-Putih tidak dihubungkan dengan Islam. Tetapi hijaulah yang menjadi warna Islam. Yang lebih parahnya lagi Mohammad Yamin, dalam Sapta Parwa Tata Negara Keradjaan Madjapahit, menuliskan Bendera Merah Putih adalah Bendera Keradjaan Madjapahit dari abad ke-13 (1293 – 1478M). Akan tetapi, dalam Sumpah Indonesia Raya, ia menuliskan bahwa Pangeran Dipenogoro dalam Jihad Fi Sabilillahnya (1240 – 1245 H/1825 – 1830 M) juga mengibarkan Bendera Merah Putih atau warna Gula Kelapa.


Hasta La Vista!

Wassalamua’laikum!

Sumber: Api Sejarah by Prof. Ahmad Mansyur Suryanegara (Guru Besar Sejarah UnPad)